Perusahaan Yang Mencuri Data Pengguna Facebook Bangkrut

Facebook, Cambridge Analytica

Masih segar di ingatan ketika masyarakat dihebohkan oleh kasus pencurian data pengguna facebook beberapa waktu lalu, data pengguna facebook disalahgunakan oleh pihak ke tiga dan oleh sebuah perusahaan yang bernama Cambridge Analytica dijual untuk kepentingan kampanye pemenangan Donald Trump.

Sekarang dikabarkan bahwa Cambridge Analytica mengalami kebangkrutan, Cambridge Analytica ditutup menyusul skandal Facebook dan berbagai penyelidikan yang muncul setelahnya. Dalam pertemuan dengan para karyawannya, chairman perusahaan induk Cambridge Analytica, SCL Group mengumumkan kebangkrutan ini.

Tak hanya Cambridge Analytica yang akan ditutup, tapi juga SCL Group secara keseluruhan, kata sang pendiri Nigel Oakes. Tidak lama seteleh berita itu dikabarkan, Cambridge Analytica mengeluarkan pernyataan resmi, yang mengumumkan bahwa mereka dan SCL akan berhenti beroperasi.

Berdasarkan dokumen yang didapatkan oleh Gizmodo, banyaknya penyelidikan yang dilakukan pada SCL Group terkait skandal Facebook, para anggota dewan perusahaan menganggap usaha untuk memperbaiki citra Cambridge Analytica adalah sebuah hal yang sia-sia.

Reputasi mereka sudah terlanjur rusak dan kepercayaan klien terlanjur hilang. Para pekerja diminta untuk segera mengembalikan kartu akses mereka segera. Setelah skandal penyalahgunaan data pengguna Facebook, Cambridge Analytica berusaha memperbaiki citranya. Namun, berbagai laporan baru justru menguburnya semakin dalam.

Baru-baru ini, Twitter juga mengaku bahwa mereka menjual data pengguna pada peneliti yang memberikan data pengguna Facebook ke Cambridge Analytica.

Ditambah dengan berbagai skandal lain, seperti bukti CEO Alexander Nix menggunakan taktik ancaman, maka tidak heran jika SCL Group memutuskan bahwa reputasi perusahaan tidak lagi bisa diselamatkan.

Dalam pernyataan resmi, Cambridge Analytica yakin bahwa mereka tidak bersalah. Mereka menganggap, apa yang mereka lakukan “tidak hanya mematuhi hukum, tapi juga dianggap normal sebagai bagian dari dunia iklan online di arena komersil dan politik.”

Aplikasi pihak ke tiga, melakukan survei kepribadian yang disebut ‘yourdigitallife’, pengumpulan data pribadi dilakukan dari pengguna dan teman Facebook mereka, sesuai dengan perilaku mereka, banyak aplikasi serupa pada saat itu.

Ini memungkinkan Cambridge Analytica untuk menyesuaikan iklan politik tertentu kepada kelompok-kelompok kecil orang sesuai minat dan kebiasaan..

Cambridge Analytica memainkan peran kunci dalam memetakan perilaku pemilih menjelang pemilihan presiden AS 2016 dan juga digunakan selama kampanye referendum Uni Eropa di Inggris awal tahun itu.

35 Views

Beli selasih sama mbak Ica
Beli geliga sama mbak Sonya
Terimakasih sudah membaca
Baca juga artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *