Ini Alasan Kenapa Mobile Legends Gagal Masuk Asian Games

wallpaper mobile legends

Seperti yang kita tahu sebelumnya game Arena of Valor akan meramaikan pagelaran olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 Jakarta Palembang. Indonesia akan menjadi saksi sejarah kali pertama eSports dipertandingkan di Asian Games. Meski dalam Asian Games kali ini masih berupa eksibisi dan belum memperebutkan medali. Namun, tetap tak mengurangi keseruan yang ada.

Sesuai regulasi OCA cabang olahraga baru yang akan dimasukan ke Asian Games, harus diuji coba terlebih dahulu lewat pertandingan eksibisi. OCA tentunya ingin melihat terlebih dahulu plus minus dan pro kontra dalam menggelar eSports di sebuah negara, dan pastinya ada standar yang ingin dicapai sebelum resmi dipertandingkan pada Asian Games 2022 mendatang.

Baca Juga : Update Vainglory : Akhirnya Ikutan Jadi Moba Analog Juga

Arena of Valor
Images : Arena of Valor

Arena of Valor akan dieksibisikan pada Asian Games mendatang, sebenarnya ada 3 kandidat yang bersaing untuk mewakili platform mobile moba, ada Vainglory, Mobile Legends, dan Arena of Valor. Keputusan masuknya AOV ke Asian Games ini telah diumumkan secara langsung oleh staff Kemenpora, Tommy Kurniawan, pada pembukaan Grandfinal ASL sabtu (5/5) lalu.

Terus kenapa sih, harus AoV yang terpilih ? kenapa bukan Mobile Legends yang lebih banyak jumlah downloadnya?

Ramenya di Indonesia doang

turnamen aov x ml
Image : Kaskus

Jika mengintip ke grup mobile legends di berbagai platform media sosial, jumlahnya begitu besar. Namun, antusiasmenya hanya datang dari Indonesia. Berbeda dengan AoV yang memiliki basis besar di berbagai negara, apalagi kalau menengok ke negeri tirai bambu, negara dimana kedua game ini berasal, meski di sana AoV bernama KOG jumlah playernya tetap saja lebih banyak dari ML.

Selain itu Arena of Valor sudah memiliki kompetisi yang rutin digelar di 85 negara, hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam memasukan AoV ke Asian Games.

Memang kalau dibandingkan event ASL dan MLBB yang sama-sama digelar di Mal Taman Anggrek jumlah penonton yang hadir di event ML jauh lebih banyak dari event AoV. Namun, perlu diingat sebelum menggelar event ASL kemarin, AoV telah menggelar 2 event turnamen official sebelumnya di Jakarta dan Surabaya.

Turnamennya hit and run

Evos ASL
Image : Istimewa (EB/Ken)

Turnamen resmi yang diadakan ML seringkali hanya bersifrat mencari pemenang lalu selesai tanpa ada kelanjutannya, sama seperti ajang pencarian bakat di tv-tv di mana pemenang harus mencari jalan sendiri akan nasibnya. Berbeda dengan AoV yang memiliki kompetisi terstruktur dari regional, nasional, hingga internasional.

Hal ini tentunya lebih baik untuk iklim per-eSport-an Indonesia, ibarat atlet sepakbola tentunya akan lebih baik bila membela klub yang tergabung dalam kompetisi yang jelas dibanding membela klub yang berlaga dari satu turnamen tarkam ke turnamen tarkam lainnya.

Tidak terbentuknya ekosistem eSports yang baik

AoV wallpaper
Image : Facebook/Garena AOV

Kita harus mengapresiasi AoV untuk hal yang satu ini, AoV mendukung turnamen turnamen kecil yang diadakan komunitas di regional. Mereka mendukung dengan cara memberikan hadiah in-game ataupun support pada setiap turnamen.

Setiap turnamen dipantau langsung oleh publisher, tidak dilepas begitu saja. Sebagai pemain tentu ini hal yang menggembirakan sebab pemain merasa lebih diperhatikan, serta komunitas yang terbentuk juga bisa memberikan masukan pada publisher sehingga kedepannya game ini menjadi lebih baik dan kompetitif.

True fair mobile moba yang nggak true true banget

Untuk hal yang satu ini kalian bisa nilai sendiri, sudah bukan rahasia lagi kalau skin dalam game ML sangat berpengaruh pada kemenangan, karena tiap skin bisa menambah stat. walau sedikit tetap saja berpengaruh pada permainan. Umumnya penambahan stat pada skin digunakan pada genre RPG. Maka selama game tersebut masih pay to win jangan harap bisa ke ajang kompetitif seperti Asian Games.

Lucunya penggunaan skin ini biasanya dilarang oleh panitia dalam turnamen ML, terbukti dari tim sekelas EVOS dan BOOM.ID yang didiskualifikasi dari turnamen Garuda Cup karena menggunakan skin. Lha, terus ngapain antum jualan skin kalau gak boleh dipake? Biar fair? Kalau mau fair kenapa skin nambah stat? Biar dibeli? Biar untung?

Selain masalah skin, ML juga memiliki gameplay yang tak seimbang, semua orang pasti tahu kalau setiap ada hero baru dirilis hero itu pasti OP (Overpower) dan ujung-ujungnya di nerf habis-habisan. Ini menunjukan bahwa kurang matangnya publisher dalam menyusun kekuatan hero, atau memang ya supaya heronya laku.

Masih bermasalah dengan kasus Plagiat

ml plagiat
Image : Kaskus

Seperti yang kalian tahu, dan hal ini juga sudah pernah dibahas pada fanpage ensiklopedia bebas, publisher moontoon menghadapi tuntutan palgiarisme dari publisher LoL Riot games. Karena adanya masalah pengambilan intelektual property, dimana ini merupakan masalah serius bagi sebuah brand.

Tanpa ada nya sponsor, seramai apapun ML pasti akan kesulitan untuk mengadakan turnamen besar. Apalagi ML belum memiliki kantor perwakilan di Indonesia, sepertinya akan jadi kenyataan bahwa brand-brand yang ingin menebeng ketenaran Mobile Legends akan beralih ke pesaing nya karena diyakini lebih aman untuk exposure brand itu sendiri.

Begitu juga dengan Asian Games, karena masalah plagiat yang sedang bergulir ini di pengadilan California, Amerika Serikat membuat mereka urung membawa ML masuk ke ranah eSports, bahkan Mobile Legends sendiri tidak bisa diakui di ESL, yang merupakan platform eSports dunia.

drama moba
Image : Facebook

Yah kalau kamu merasa kecewa karena game yang siang malam kamu mainkan gak mauk Asian Games, yah kamu demo aja atau buat petisi online supaya suaramu didengar, saya sih gak yakin akan berhasil tapi seenggaknya ada sesuatu yang dilakukan penggemar ML daripada cuma nyinyirin player AoV.

Kegagalan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi Pro Player untuk melanjutkan karirnya di Mobile Legends, Percuma kan jadinya Jess No Limit menang Digital Persona Person di ajang Indonesia Choice Award NET. Kalau tidak bisa menginsipirasi orang lain ke dunia eSports.

Baca Juga : Inilah Aktor Dan Aktris Yang Cocok Direkrut Jika Arena Of Valor Dibuat Film Layar Lebar Versi Live Action

Comments via FB
10588 Views

Beli selasih sama mbak Ica
Beli geliga sama mbak Sonya
Terimakasih sudah membaca
Baca juga artikel lainnya

3 thoughts on “Ini Alasan Kenapa Mobile Legends Gagal Masuk Asian Games

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *