Kenapa League of Legends Lebih Populer Dari Dota 2 Di Asia

Dota wallpaper

Jauh sebelum persinggungan antara pemain ML dan AoV, dunia maya pernah diramaikan dengan mana moba yang terbaik antara League of Legends atau Dota 2. Kedua komunitas games tersebut sama-sama memiliki basis yang kuat kedua games tersebut juga sama bagusnya. Namun, harus diakui suka tidak suka (terutama untuk player Dota) bahwa League of Legends jauh lebih populer terutama di Asia.

Tetapi sepertinya ini tidak berlaku di Indonesia, sebab Dota 2 memiliki basis penggemar yang cukup banyak di Indonesia bila dibandingkan dengan LoL. Meski begitu, di negara Asia lain terutama di Asia timur LoL jauh lebih populer dari Dota 2, dan kita harus tahu kenapa hal ini bisa terjadi.

Dikutip dari Tech in Asia, ada beberapa poin yang mungkin menjadi alasan kenapa LoL lebih digemari player moba di kawasan Asia. Apa saja itu ? Simak poin-poin dibawah ini.

Lebih cerah

‘Orang Asia lebih suka hal-hal yang cerah dan imut.’ Pernyataan tersebut jelas hanya sebuah stereotipe dan jelas tidak berlaku untuk semua orang. Namun, bila kita bandingkan mana game yang memiliki grafis yang lebih cerah? LoL jawabannya. Namun, bukan berarti Dota tak menarik perhatian orang Asia, nyatanya di Indonesia sendiri Dota lebih banyak dimainkan dan di kompetisi Internasional pun tim-tim dari Asia bisa mendominasi.

Rilis lebih Dulu

Iya saya tahu di Indonesia Dota 2 rilis lebih dahulu. Namun, secara global LoL telah dirilis sejak 2009, terutama di Korea yang menjadi penyumbang pemain LoL terbanyak setelah server EU, ini karena Korea menjadi 3 server awal setelah US dan EU. Maka dari itu tak aneh bila di sana LoL lebih di gemari.

Gameplay yang mudah dipelajari

Baik League of Legends maupun Dota 2 adalah game yang relatif mudah untuk dimainkan; kedua game memiliki strategi yang cukup kompleks dan komunitas mereka bisa dibilang kejam dan tak kenal ampun kepada pemain noob baru. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dari keduanya, mekanika Dota lebih rumit (seperti berbagai turn rates dan creep denial). Terutama untuk orang yang tidak bermain WarCraft 3 Dota, permainan LoL terasa sedikit lebih mendalam dan mungkin sedikit lebih sederhana.

Bisa dimainkan di PC kentang

Dalam hal perangkat keras, LoL relatif tidak terlalu menuntut spesifikasi yang tinggi, misalnya pada Dota 2 spesifikasi minimum processor yang diperlukan 3 GHz sedangkan LoL hanya 2 GHz. Hal ini lumayan berpengaruh sebab kebanyakan orang Asia bermain di warnet, jadi game-game yang dapat berjalan di spesifikasi pc kentang sangat diutamakan oleh pengusaha warnet.

Kamu mungkin tidak setuju dengan poin-poin di atas, atau kamu memiliki alasan lain silakan berikan pendapatmu di komentar.

Comments via FB
831 Views

Beli selasih sama mbak Ica
Beli geliga sama mbak Sonya
Terimakasih sudah membaca
Baca juga artikel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *