Lion, Ketika Anak Yang Terpisah Ribuan Kilometer Dipertemukan Lewat Google Earth

Lion bukanlah termasuk film yang berat untuk ditonton. Justru, film ini termasuk sebuah film yang mampu mempermainkan perasaan penontonnya dengan semena-mena. Pada suatu waktu, perasaanmu akan senang. Melihat seorang abang dan adiknya yang tersenyum bahagia sambil bercerita tentang cita-cita dan impian di masa kecil mereka. Ya, film ini menceritakan sebuah keluarga. Lion adalah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata, lalu dipermak sedemikian rupa dan dicetak dalam bentuk novel yang berjudul A long way home terbitan 2013 lalu.

Alkisah, seorang kakak beradik yang bernama Guddu dan Saroo. Guddu, sebagai kakak laki-laki harus membantu sang ibu bekerja. Sementara itu Saroo yang masih kecil justru memilih untuk ikut membantu sang kakak. Guddu dan Saroo selalu bersama-sama menghabiskan hari mereka saat bermain maupun saat bekerja.

Bencana datang ketika Guddu dan Saroo kecil terpisah. Saroo tertidur dalam sebuah kereta yang membawanya jauh pergi. Ia dibawa kereta tersebut setelah ribuan kilometer jauhnya, dan ia terbangun ketika ia mulai mengerti bahwa ia sudah berada pada suatu tempat yang ia tak mengerti bahasa dan tak pernah dikunjungi sebelumnya.

Perasaan bahagia melihat hubungan kakak beradik harus hancur seketika melihat Saroo tersesat. Bahasa yang tak ia pahami, orang-orang yang tidak satu pun ia kenali, hingga kemana Saroo harus tidur malam ini? Akankah Guddu mencari Saroo? Hal-hal inilah yang akan dihadapi Saroo. Jangankan pulang, ia bahkan tak tahu di mana ia berasal.

Hingga pada akhirnya, Saroo diasuh oleh sebuah panti asuhan. Ia berusaha menjadi anak yang baik di sana. Layaknya sebuah panti asuhan, Saroo mulai mengenal teman-teman barunya di sana. Saroo menjadi anak yang pintar. Dalam hati kecilnya, ia masih merindukan kampung halamannya. Ia merindukan masa-masa di mana ia masih sempat bercanda bersama sang kakak walaupun Guddu sedang dalam keadaan tidak ingin bercanda.

Saroo pun akhirnya berhasil keluar dari panti asuhan tersebut. Ia dibawa ke negeri yang jauh di sana, di Australia. Jarak India – Australia pun ia tempuh, di usianya yang masih sangat muda. Di Australia, ia memiliki kakak angkat, Mantosh. Hubungannya dengan kakak barunya tidak sehangat dirinya dengan Guddu. Justru sangat buruk. Ia pun tumbuh dewasa di Australia bersama keluarga barunya.

Setelah dewasa, ia mulai terpikir untuk mencari asalnya. Ia bukanlah anak yang berasal dari Kalkuta. Ia hanya seorang anak yang tersesat di Kalkuta. Ia mencoba mencari tempat asalnya lewat Google Earth. Pikirannya membayang-bayang. Setiap malam isi kepalanya selalu membayangkan tempat di mana ia dilahirkan.

Lantas, bisakah ia mencari tempat asalnya tersebut? Sebuah perkampungan kumuh, tempat ia bersama Guddu menghabiskan waktu? Sungguh, ia sangat merindukan masa-masa itu. Tentu saja. Hubungannya dengan Mantosh, kakak barunya sangat berbeda dengan Guddu. Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab setelah kamu menonton film Lion yang tayang pada 2016 lalu, dan termasuk sebagai salah satu film terbaik nominasi Oscar 2017.

 

54 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *