Cinta Akan Budaya, Mahasiswa Ini Mengenakan Koteka Ke Kampus

Mengenakan pakaian adat adalah salah satu wujud melestarikan budaya. Mungkin hal tersebutlah yang tersirat dipikiran Devio Basten Takege, mahasiswa Universitas Cendrawasih yang kini duduk di semester VI.

Pria yang berusia 21 tahun tersebut dengan percaya diri menggunakan koteka ke kampus. Koteka adalah busana suke Mee yang berasal dari wilayah pegunungan tengah, papua. Bagi mahasiswa lain, hal yang dilakukan oleh Devio merupakan hal yang baru.

Meskipun busana tersebut hanya menutupi bagian kemaluan pria. Namun, mahasiswa jurusan teknik elektro tersebut tetap percaya diri dan tidak merasa canggung. Bahkan ia sempat dimintai seorang dosen untuk berfoto. Namun, ia menolak.
Koteka terbuat dari labu. Pakaian adat Papua ini sejatinya hanya menutupi bagian kemaluan pria. Yakni, area penis dan lainnya polos.

Dilansir dari Tempo.co, Devio menganggap, menggunakan pakaian adat adalah murni menghargai kebudayaan. Dengan alasan itulah ia menolak saat diajak berfoto.

“Bapak, minta maaf, saya ke kampus bukan untuk fashion show,” ujar Devio saat seorang Dosen mengajaknya untuk berswafoto.

Teras.id
Sumber gambar: Teras.id

Devio tidak bermaksud untuk mencari perhatian, ia hanya ingin melestarikan budaya. Itulah sebabnya ia menolak untuk berfoto. Karena menurutnya, foto itu nantinya akan dipamerkan dan mengundang banyak perhatian. Baginya, ini adalah murni wujud kecintaannya akan budaya.

“Ini adalah rencana untuk melestarikan budaya orang Papua. Jadi, koteka itu bisa dipakai kapan saja atau dimana saja. Jadi bukan hanya untuk acara-acara tertentu, tempat-tempat tertentu, atau pada saat ada kegiatan,” ujar Devio saat menjelaskan alasannya menggunakan Koteka ke kampus.

Ia terlihat merasa nyaman akan koteka yang ia pakai. Walau banyak teman-temannya yang heran menanggapi sikap Devio. Namun, ada yang terinspirasi untuk mengikuti jejeak pria 21 tahun itu untuk menggunakan koteka ke kampus atau kemana saja.

“Ada teman dari satu ACEMO juga akan bersedia mengenakan pakaian adatnya,” ujar Devio, mahasiswa teknik elektro yang mengundang perhatian publik tersebut.

Devio berencana akan tetap menggunakan koteka ke kampus atau kemana saja untuk menunjukan identitas budayanya. Bagi Aquino Youw yang merupakan kerabat dari Devio, selama ini, koteka yang merupakan pakaian adat Papua telah termarjinalisasi. Hal itu dibuktikan dengan memakai koteka hanya pada saat acara tertentu. Oleh sebab itu, ia mendukung keputusan Devio untuk mengenakan koteka ke kampus.

Comments via FB
102 Views

Menulis adalah profesi keabadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *