Waspada, Ternyata Mengigau Disaat Tidur Merupakan Tanda Penyakit Demensia

Sudah seharusnya kondisi seluruh anggota tubuh beristirahat ketika tidur. Namun, ada beberapa orang memiliki gangguan ketika tidur. Seperti mengigau. Ternyata kondisi ini bisa saja menandakan bahwa tubuh mengalami gangguan fungsi otak dan system saraf.

Mengigau saat tidur sebenarnya adalah yang wajar. Tapi, mengigau terlalu sering merupakan gangguan mimpi saat tidur yang disebabkan karena adanya masalah pada fungsi otak Anda. Kondisi ini disebut dengan Rapid Eye Movemenet (REM) sleep behaviour disorder.Gangguan ini ditandai dengan beberapa tanda seperti:

  • Mengigau, berbicara, mengoceh dalam tidur
  • Tidur sambil berjalan
  • Loncat dari tidur
  • Melakukan berbagai gerakan seperti menendang, meninju, atau gerakan berlari
  • Anda dapat melanjutkan mimpi yang terputus ketika tertidur kembali

Semua tanda tersebut sebenarnya biasa terjadi pada setiap orang, namun pada orang yang memiliki gangguan tidur ini, tanda yang mereka alami cukup sering, bahkan setiap bermimpi mereka akan melakukan salah satu dari tanda tersebut.

Pada keadaan normal, mimpi akan muncul ketika seseorang memasuki rapid eye movement (REM), yaitu tahapan tidur yang biasanya terjadi setiap 1,5 sampai 2 jam sekali selama waktu tidur sepanjang malam.

Saat REM terjadi juga, tubuh Anda akan melakukan beberapa respon seperti tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi tidak teratur, dan otot kehilangan kekuatannya untuk bergerak (paralisis). Tetapi, tenang saja hal ini tidak berbahaya kok. Justru, saat tersebut otak Anda sedang dalam posisi sangat aktif.

Sementara, pada orang yang memiliki gangguan mimpi, otot tubuh tetap tidak menjadi kaku (paralisis) sehingga dapat digerakkan dengan mudah. Jadi, ketika orang tersebut melihat suatu kejadian di dalam mimpinya, ia akan memeragakan gerakan yang ada di mimpinya tersebut.

Dilansir dari Hellosehat, penyebab pasti dari gangguan sering mengigau sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun para ahli mengungkapkan kalau kondisi tersebut berhubungan dengan berbagai penyakit sistem saraf, seperti penyakit Parkinson. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Neurology, menyatakan jika sering mengigau ketika bermimpi adalah tanda awal risiko terbentuknya penyakit demensia.

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Penderita demensia umumnya akan mengalami depresi, perubahan suasana hati dan perilaku, kesulitan bersosialisasi, hingga berhalusinasi. Penderita tidak mampu hidup mandiri dan memerlukan dukungan orang lain.

Meski dikaitkan dengan penyakit sistem saraf, namun bila Anda tidak mengalami gejala lain yang menunjukkan gejala penyakit tersebut maka Anda tak perlu khawatir. Jika ingin mengetahui kondisi Anda dengan pasti, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter.

Sementara, gangguan mimpi seperti ini biasanya ditangani dengan cara memberikan beberapa obat seperti Clonazepam, yaitu obat penenang yang dapat membuat pasien merasa rileks saat tidur. Sebanyak 90% kasus yang ada dapat diobati dengan obat ini.

Namun memang obat yang diberikan tergantung dengan masing-masing gejala yang Anda alami. Oleh karena itu, bila Anda mengalami gangguan tidur seperti ini maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Comments via FB
26 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *