Peneliti Mengungkapkan Bahwa Pengguna Kacamata Cenderung Lebih Pintar

Dari dulu, banyak yang menganggap bahwa seseorang yang menggunakan kacamata itu terlihat lebih pintar. Dan ternyata, pendapat itu memang benar. Menurut studi yang belum lama ini dilakukan, memang ada korelasi positif antara penghilatan yang buruk dengan tingkat intelejensia yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang menggunakan kacamata memiliki kepintaran yang lebih tinggi.

Para peneliti dari Unversity of Edinburgh, Skotlandia,  telah melakukan studi secara ekstensif untuk mengetahui kaitan antara buruknya penglihatan dengan tingkat intelejensia tersebut. Tim menganalisis data dari sebanyak 300.486 individu yang berusia antara 16-102 tahun.

Mereka telah berhasil mengidentifikasi 148 lokus genetik independen yang dikaitkan dengan kemampuan kognitif otak dan menilai berbagai atribut, seperti penghilatan, tekanan darah tinggi, dan harapan hidup, punya pengaruh terhadap tingkat penglihatan seseorang.

Dilansir dari Independent, Jumat (1/6/2018), para partisipan yang menggunkan kacamata ternyata punya kecenderungan 30% lebih pintar dari orang yang memiliki pengliatan yang normal. Selain itu, fungsi kognitif yang lebih besar juga dikaitkan dengan beberapa atribut seperti umur panjang, penurunan risiko kanker paru-paru, kesehatan kardiovaskular, dan mental yang lebih baik.

“Studi ini berhasil mengidentifikasi banyak perbedaan genetik yang berkontribusi pada daya waris kemampuan berpikir. Penemuan efek genetik bersama pada hasil kesehatan dan struktur otak memberikan landasan untuk menjelajahi mekanisme di mana perbedaan-perbedaan ini memengaruhi kemampuan berpikir sepanjang hidup,” tukas Ahli Statistik Genetik University of Edinburgh, Dokter Gail Davies, yang menjadi analis utama data responden.

Pemimpin studi, Profesor Ian Deary menerangkan, lebih dari satu dekade lalu para peneliti mulai mencari gen yang berkaitan dengan intelejensia kepada 3.000 partisipan. Namun, hasil penelitian itu nihil.

“Sekarang dengan lebih dari 100 kali lipat angka partisipan, dan lebih dari 200 orang ilmuwan yang bekerja sama, kami berhasil menemukan lebih dari 150 wilayah genetik yang berkaitan dengan kepintaran seseorang,” imbuh Ian Deary.

Meski demikian, Deary mengakui tim yang dipimpinnya harus menganalisa hasil secara lebih mendetail. Hal itu diperlukan untuk mendapat lebih banyak pemahaman komprehensif mengenai turunnya fungsi kognitif pada usia lanjut.

 

Comments via FB
435 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *