Bunta Si Gajah Jinak Mati Ditangan Pihak Tak Bertanggung Jawab

 

Maraknya perburuan hewan langka oleh banyak pemburu yang dapat menyebabkan kepunahan hewan. Terdapat banyak hewan langka yang dilindungi oleh pemerintah agar eksistensi dan keberlangsungan hidupnya akan tetap terjaga. Akan tetapi ada saja pemburu yang berusaha untuk membunuh hewan tersebut walaupun hewan itu sudah dilindungi pemerintah. Terbunuhnya seekor anak gajah jinak bernama Bunta di CRU Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, ternyata menimbulkan duka yang sangat mendalam bagi sejumlah pihak, terkhusus bagi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Aceh.
Hewan ini sangat dilindungi. Akan tetapi ada saja orang yang tega membunuh dan mengambil gadingnya semata mata untuk memperkaya diri sendiri. Banyak pihak yang terpukul dan berharap segera terungkap pembunuh Bunta, BKSDA Aceh pun menggelar sayembara berhadiah Rp 10 juta bagi siapapun yang bisa memberikan informasi akurat tentang pelakunya.
“BKSDA Aceh dan mitra akan memberikan hadiah sejumlah Rp 10 juta bagi siapa pun yang bisa memberikan info akurat mengenai pembunuh Bunta. Buru pembunuh,” tulis Sapto di akun facebooknya yang diunggah pukul 21.00 WIB, Minggu (10/6/2018) malam.

Hingga pada pukul 22. 30 WIB, status yang ia upload di facebook tersebut telah mendapat 31 like, 21 komentar, dan 16 kali dibagikan. Sapto mengatakan sayembara ini berlaku hingga pelaku yang membunuh gajah berhasil ditangkap.
“Sampai dapat. Termasuk kalau polisi yang ungkap hadiahnya ya diberikan kepada polisi, kan untuk siapapun,” tulis Sapto menjawab pertanyaan wartawan yang tergabung dalam grup whatsapp BKSDA Aceh (Media Konservasi Aceh).
“Jurnalis kali kasih info A1 sehingga pelaku ditangkap, kita kasih juga,” tulis Sapto lagi.

12 Tahun Jadi Gajah Jinak.

Dilansir dari Tribunnews sebelum ditemukan mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) di Dusun Jamur Batang, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (9/6/2018) pagi pukul 08.00 WIB, ternyata Bunta sudah berusia 27 tahun dan sudah sekitar 12 tahun menjadi gajah jinak sejak ditangkap tahun 2006 di Gampong Alue Rambe, Aceh Utara. Bunta yang merupakan gajah liar kemudian ditangkap oleh warga Dusun Bunong Unta, Desa Alue Rambe Buloh Blang Ara, Aceh Utara. Nama Bunta sendiri merupakan singkatan dari bungoeng (bunga) Unta. Bunta dilatih di  Pusat Latihan Gajah ( PLG) Saree Aceh Besar, kemudian untuk mengatasi konflik gajah yang semakin memanas, ia dipindahkan ke CRU Serbajadi.

Comments via FB
358 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *