5 Perbedaan Gaya Pacaran Orang Indonesia dengan Jepang

Lain lubuk, maka lain pula ikannya. Mungkin ungkapan ini benar adanya. Gaya pacaran dari remaja-remaja yang tinggal di Indonesia tentu tak bisa disamakan dengan gaya pacaran remaja di Jepang. Apalagi saat sedang menghadapi musim semi. Musim semi adalah musim yang sangat  ditunggu-tunggu oleh muda-mudi yang tinggal di negeri sakura ini. Apa saja itu?

  • Aku Suka Kamu, bukan Aku Cinta Kamu

Remaja di Jepang sangat jarang mengungkapkan rasa cinta mereka terhadap pasangan mereka dengan kata-kata “Aku cinta kamu”. Ini adalah momen-momen saat penembakan, atau disebut Kokuhaku. Sang pria nantinya akan mengungkapkan isi perasaannya kepada wanita pilihan hatinya. Konon, pasangan-pasangan di Jepang mengungkapkan Cinta atau Aishiteru apa bila mereka telah benar-benar siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan. Orang-orang di Jepang terbiasa mengucapkan Daisuki, yakni ungkapan terhadap rasa suka.

  • Tidak Ada Antar dan Jemput Pasangan

Saat ini di Indonesia, salah satu tingkat romantis dalam berpacaran adalah ketika remaja pria mampu menjemput dan mengantar pasangan wanitanya saat berkencan. Akan tetapi jangan harap ini terjadi di Jepang. Remaja Jepang hampir tidak pernah menggunakan gaya pacaran seperti ini. Mereka lebih menyukai cara yang mandiri, yakni menggunakan transportasi umum seperti kereta api.

  • Lebih Bangga Bayar Sendiri

Orang-orang di Jepang sangat tidak menyukai budaya traktir-mentraktir. Baik mereka berpacaran dengan biaya mereka sendiri atau masih bergantung dengan uang orang tua, remaja-remaja yang ada di sana lebih memilih untuk membayar makanan mereka masing-masing. Tentu saja, budaya mandiri memang sudah menjadi kebiasaan dari masyarakat di Jepang baik untuk usia muda hingga yang sudah lansia sekali pun.

  • Mengenalkan Pasangan ke Orang Tua

Remaja yang berpacaran di Jepang hanya akan memperkenalkan pasangan mereka setelah masuk ke tahap yang serius, yakni saat akan melanjutkannya ke jenjang pernikahan. Biasanya, si wanita akan menunggu waktu yang pas hingga ia tahu bahwa si pria akan benar-benar serius atau tidak. Cara ini sebenarnya cocok diterapkan di Indonesia, agar pasangan yang sudah putus tidak akan ditanya-tanya lagi mengenai pacar mereka.

  • Berhubungan Intim Adalah Wajar

Orang-orang di Jepang yang sudah resmi berpacaran biasanya tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bercumbu, sebagai ungkapan rasa sayang mereka dan kepercayaan mereka terhadap pasangan mereka. Ini merupakan salah satu kebudayaan yang sangat bertolak belakang dengan gaya pacaran di Indonesia. Bahkan, untuk mereka yang berusia 17 sampai 19 tahun akan menertawakan teman mereka yang belum pernah berhubungan intim.

 

Comments via FB
215 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *