Ini Penjelasan BMKG Mengenai Cuaca Dingin yang Dikabarkan karena Bumi Jauh dari Matahari

Saat ini di beberapa daerah di Jawa mengalami penurunan suhu cuaca, sehingga banyak yang ingin tahu mengapa hal itu terjadi. Banyak informasi yang menyebutkan bahwa hal itu karena bumi tengah berada pada jarak terjauh dari matahari.

Dari informasi itu, menyebutkan bahwa hal itu disebabkan oleh fenomena yang disebut dengan Aphelion.Pada tahun ini Aphelion akan terjadi 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB. Karena puncaknya terjadi saat malam hari, maka akan merasakan suhu udara yang lebih dingin. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan itu adalah tidak benar alias hoax.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Hendy Andriyanto mengatakan, cuaca dingin bukan karena matahari di jarak terjauh dengan bumi. “Ini karena uap air di musim kemarau sedikit, bukan pengaruh jarak bumi dan matahari yang jauh,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Dilansir dari Kumparan.com ,Hendy mengatakan, uap air merupakan pembentuk awan awan hujan, di mana pada saat musim penghujan radiasi dari sinar matahari pada malam hari tidak langsung lepas ke udara melainkan tertahan oleh awan-awan penghujan tersebut dan uap air sehingga bumi terasa lebih hangat.

Namun pada musim kemarau uap air tersebut lebih sedikit sehingga radiasi sinar matahari yang ke permukaan bumi dipantulkan langsung ke atas tanpa adanya penahan. Oleh karena itu, pada malam hari di musim kemarau cuaca terasa lebih dingin.

“Dari Humas BMKG juga menerangkan, saat ini Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli sampai Agustus ini. Dengan indikator aktifnya monsun Australia, Indonesia mendapatkan pengaruh dari aliran massa dingin dari Australia yang menuju ke Asia,” terang Hendy.

Aliran massa dingin itu menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Bali.

Saat ini Indonesia berada di puncak musim kemarau (Juli-Agustgus) yang ditandai dengan suhunya lebih dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang. Masyarakat dihimbau tidak perlu khawatir serta tidak percaya pada hoax. Terpenting tetap menjaga kondisi tubuh agar fit.

 

Comments via FB
1138 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *