Jasa Amal Melalui Situs Pornografi, Wajarkah?

Bererapa lembaga amal  saat ini masih dapat bertahan karena mendapatkan donasi berbagai pihak. Sudah hal yang biasa ketika ada perusahaan atau individu yang secara sukarela menawarkan bantuan dana kepada lembaga nonprofit atau kampus. Akan tetapi, ada beberapa perusahaan  yang masuk daftar hitam untuk jadi donatur. Salah satu pihak yang kerap mendapat penolakan ketika mencoba beramal adalah situs pornografi besar, Pornhub.
 
Di tahun 2012, donasi dari Pornhub sempat ditolak oleh banyak yayasan. Dana yang didonasikan situs tersebut untuk Planned Parenthood  yang merupakan lembaga yang berfokus pada kesehatan reproduksi. Hal tersebut dikritik negative oleh sebagian masyarakat. Tanggapan negatif terus mengalir ke Pornhub saat mereka mensponsori bus yang memberi layanan pemeriksaan payudara untuk meningkatkan kesadaran akan kanker payudara.

Setelah mendapatkan reaksi negative dari masyarakat, Pornhub kembali memberikan donasi.  Pada Tahun 2014, kepedulian mereka beralih ke lingkungan. Setiap 100 kali video di Pornhub dalam kategori tertentu ditonton, situs tersebut akan menanam satu pohon dalam rangka memperingati Arbor Day—hari menanam pohon yang pertama kali dirayakan di AS tahun 1872 dan diikuti oleh beberapa negara lain di seluruh dunia. Arbor Day jatuh pada 25 April kala itu, dan empat hari setelahnya, Pornhub mengklaim telah menanam 12.079 pohon.

Kampanye kesehatan yang dilakukan Pornhub tidak hanya terarah pada penyakit yang kerap menjangkiti perempuan. Situs ini juga sempat membikin kampanye meningkatkan kesadaran kanker testis lewat iklan layanan masyarakat “Save The Balls” pada tahun 2015.

Selain kesehatan dan lingkungan, kepedulian terhadap pendidikan juga ditunjukkan Pornhub. Pada tahun yang sama dengan dirilisnya “Save The Balls”, Pornhub menawarkan beasiswa kuliah bagi mahasiswa usia 18-25 tahun. CNBC mewartakan, persyaratan untuk mendaftar beasiswa ini adalah ber-IPK 3,2; membuat esai dengan menjawab pertanyaan “Bagaimana usahamu membuat orang lain bahagia?”; dan video berdurasi lima menit yang menceritakan hal baik apa yang sedang pendaftar lakukan.

Tahun 2016, lagi-lagi Pornhub menawarkan beasiswabagi perembuan yang ingin melanjutkan studi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Yang teranyar, tahun ini, situs tersebut menawarkan hibah sebesar 25.000 dolar untuk proyek penelitian di bidang seksualitas manusia.

Meskipun berniat membantu, belum tentu pihak yang disasar serta merta menerima hibah dari Pornhub. Citra yang dimiliki situs tersebut potensial membuat institusi pendidikan atau si peneliti berpikir berulang kali sebelum mendaftarkan diri sebagai calon penerima hibah. Pasalnya, dalam persyaratan yang dibuat Pornhub pun tertera kewajiban penerima Grant for Sexual Wellness untuk memublikasikan artikel utuhnya di situs mereka. Artinya, nama peneliti dan kampus tempat dia terafiliasi akan diketahui oleh khalayak.

Dilansir dari Tirto.id,  Ketika Pornhub menawarkan beasiswa pada tahun 2015, Direktur Eksekutif The National Center on Sexual Exploitation (NCOSE), Dawn Hawkins berkomentar bahwa inisiatif Pornhub tak jauh-jauh dari kepentingan mengeksploitasi anak muda dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Pornhub jelas-jelas memakai beasiswa ini untuk menggenjot industri mereka, di mana pencarian nomor wahidnya adalah ‘remaja’,” ujar Hawkins kepada CNBC.

Bantuan dana amal yang diberikan situs porno juga bisa mendatangkan kerugian tersendiri bagi yayasan-yayasan yang menerimanya. Ketika nama mereka diumumkan sebagai penerima donasi dari situs porno, donatur lain atau calon donatur bisa saja membatalkan atau mengurungkan niat membantu yayasan-yayasan tersebut.

Comments via FB
60 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *