Spesial, Ini yang Bisa Kamu Dapatkan di Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total (GBT) akan kembali terjadi pada Sabtu (17/8) mendatang. Indonesia akan menjadi  salah satu negara yang disinggahi oleh gerhana bulan total terlama abad ini. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gerhana kali ini bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia akan bisa menyaksika fenomena bulan darah selama 6 jam 14 menit. Ya, di belahan Indonesia bagian barat nantinya masyarakat sekitar akan menyaksikan gerhana ini sejak Sabtu pukul 01.24 WIB dini hari dan berakhir pada 05.19 WIB. Selain itu Mars juga tampak lebih cerah dan bersinar di minggu ini dalam 15 tahun. “Gerhana mulai kasat mata (terlihat) pada pukul 01:24 WIB yakni pada saat bayangan inti (umbra) tepat mulai bersentuhan dengan cakram Bulan,” ujar Marufin Sudibyo yang merupakan seorang Astronom seperti dikutip pada laman Kompas.com.

Pada 27 Juli mendatang,  tak hanya Bulan yang berada dalam posisi di seberang Matahari, melainkan planet Mars juga. Itulah mengapa, hal tersebut sangat menguntungkan karena akan membawa Mars lebih dekat dengan Bumi daripada biasanya. Posisi Mars yang berada pada posisi terdekatnya ke Bumi pada 31 Juli, yakni dengan jarak 58 juta kilometer.

Selain partisipasi dari planet Mars, hujan meteor juga akan turut menyertai gerhana bulan total mendatang. Pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN memastikan bahwa hujan meteor akan hadir pada saat gerhana berlangsung. Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan bahwa akan ada hujan meteor yang menghiasi langit yang sama. “Amati juga di atas bulan yang memerah. Ada beberapa titik pancar hujan meteor, khususnya yang sedang mengalami saat puncaknya pada malam itu: Southern Delta Aquarids dan Piscis Austrinis,” ujarnya kepada pihak kepada detikINET.

Hujan meteor yang dimaksudkan oleh Thomas adalah Southern Delta Aquarids dan Piscis Austrinis. Dan pada saat hujan meteor berlangsung, Southern Delta Aquarids bisa mencapai 20 meteor per jam. Sedangkan Piscis Austrinis mencapai lima meteor per jam.

Gerhana kali ini terasa semakin spesial karena nantinya pada saat gerhana, jarak antara Bumi dan Bulan bisa mencapai 406.000 kilometer. Lebih jauh dari jarak rata-rata yang biasanya mencapai 384.000 kilometer. Seperti diketahui, GBT terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus yang sama. Sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi.

 

 

Comments via FB
712 Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *